Hari Kedua Asesmen Lapangan, Prodi Tadris Bahasa Inggris IAI Yapnas Jeneponto Tuntaskan Rangkaian Penilaian Akreditasi LAMDIK

A. Nur Jaal Pattajali • Oktober 14, 2026

JENEPONTO – Asesmen Lapangan Akreditasi jenjang Sarjana (S1) Program Studi Tadris Bahasa Inggris Institut Agama Islam (IAI) Yapnas Jeneponto memasuki hari kedua, Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Oktober 2026, ini diselenggarakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dan menjadi tahap penting dalam proses penilaian mutu program studi.

Dua asesor hadir langsung di kampus, yaitu Dr. Andi Mukarramah Nagauleng, M.Pd. dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado dan Dr. Dwi Astuti Wahyu Nurhayati, S.S., M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Verifikasi Data hingga Penutupan

Pada hari kedua, asesor melanjutkan proses verifikasi dan penggalian informasi terhadap dokumen yang telah diajukan program studi. Rangkaian kegiatan meliputi [wawancara dengan pimpinan institut, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra/pengguna lulusan], [peninjauan sarana dan prasarana pembelajaran, seperti ruang kelas, laboratorium bahasa, dan perpustakaan], serta [kegiatan lain sesuai jadwal].

Asesmen lapangan bertujuan memastikan kesesuaian antara data dan dokumen yang dilaporkan dengan kondisi nyata di lapangan, mencakup tata kelola, kurikulum dan pembelajaran, sumber daya manusia, mahasiswa, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta sarana prasarana.

Rangkaian asesmen ditutup dengan [sesi penutupan / penyampaian umpan balik awal dari asesor], yang dihadiri oleh [unsur pimpinan, ketua program studi, dan civitas akademika].

Komitmen Peningkatan Mutu

Rektor IAI Yapnas Jeneponto menyampaikan apresiasi kepada para asesor atas proses penilaian yang berjalan lancar, sekaligus kepada seluruh civitas akademika yang telah bekerja sama mempersiapkan kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para asesor atas proses penilaian yang berjalan lancar dan penuh keterbukaan. Akreditasi bukan sekadar mengejar peringkat, tetapi sarana evaluasi diri agar kualitas program studi terus meningkat. Kami berharap hasilnya dapat memperkuat komitmen seluruh civitas akademika dalam menyiapkan calon pendidik Bahasa Inggris yang kompeten, profesional, dan berakhlak.” – Rektor IAI Yapnas Jeneponto

Akreditasi dipandang bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan proses evaluasi diri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menyiapkan calon pendidik Bahasa Inggris yang kompeten, profesional, dan berakhlak.

Pihak institut berharap hasil asesmen ini dapat menjadi dasar peningkatan peringkat akreditasi program studi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap IAI Yapnas Jeneponto. Hasil akhir akreditasi akan ditetapkan oleh LAMDIK setelah seluruh tahapan penilaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *